CareWorker

Koto-Ku, Japan

Menjadi careworker di Jepang mendapatkan banyak keuntungan. Nominal gaji yang tinggi, pengalaman bekerja di negara lain, membuka pikiran, serta meningkatkan kemampuan, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan teknis. Semuanya bisa menjadi modal saat kembali ke negara asal. Bekal ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberikan keuntungan bagi diri dan lingkungan sekitar.


Responsibilities
Perawat lansia atau careworker merupakan seseorang yang bertugas membantu mengurus keperluan pribadi orang lanjut usia (lansia) yang memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini mengingat mulai melemahnya fungsi jasmani dan rohani para lansia.Keperluan pribadi itu seperti makan, ganti popok, mandi, dan berpergian. Apabila lansia yang dirawat dalam kondisi tidak sehat, maka perawat juga harus memberikan asuhan keperawatan untuk memulihkan kesehatannya. Untuk itu, selain keterampilan non-medis, seorang perawat lansia juga harus punya keterampilan medis. Ketika ditugaskan merawat lansia di suatu rumah, perawat lansia juga dituntut untuk memberikan bimbingan kepada anggota keluarga mengenai cara perawatan lansia.

What's great in the job?
Membicarakan gaji careworker di Jepang akan sangat bervariasi. Antara careworker yang satu akan berbeda dengan lainnya. Ini dipengaruhi lokasi mereka bekerja, apakah di rumah sakit atau panti, serta di kota mana ditempatkan. Faktor lain yang mempengaruhi penghasilan careworker di Jepang adalah sertifikasi. Apabila lulus ujian maka gajinya bisa lebih tinggi dan bebas bekerja di sana sampai kapan pun sebagai careworker.

Persyaratan yang diperlukan

Careworker sama sekali tidak melakukan tindakan medis sehingga pelamarnya tidak perlu memiliki latar belakang sekolah keperawatan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah persyaratan untuk menjadi careworker di Jepang:

1. Usia
Bagi yang baru lulus SMA/SMK bisa langsung mendaftar untuk program ini, namun usia 35 tahun adalah batas maksimal pada saat keberangkatan. Dengan demikian, lebih baik menghitung usia terlebih dahulu dan pastikan tidak melebihi 35 tahun di jadwal keberangkatan ke Jepang.

2. Kemampuan Bahasa
Tidak perlu kemampuan Bahasa Jepang yang advanced untuk melamar kerja posisi ini. Namun setidaknya bisa berbahasa Jepang dasar untuk keperluan komunikasi sehari-hari. Saat proses seleksi pun akan ada tes Bahasa Jepang. Ini menjadi salah satu penilaian lolos tidaknya seseorang.

3. Latar Belakang Pendidikan
Seperti yang telah disebutkan di atas saat akan membahas gaji careworker di Jepang bahwa tidak diperlukan latar belakang pendidikan keperawatan untuk bisa mendaftar. Tapi kalau sudah pernah mengenyam pendidikan D3 atau S1 Keperawatan akan lebih mudah di proses seleksi berkas.

4. Keahlian Khusus
Sebagai careworker pemula, tidak dibutuhkan keahlian teknis khusus agar bisa lolos seleksi. Hanya saja pada saat wawancara harus menunjukkan sikap empati yang tinggi sebab pekerjaannya membutuhkan sikap perhatian kepada lansia. Jika sudah lolos, ada beberapa pelatihan yang bisa diikuti sebagai upgrading skill, seperti pelatihan bahasa, pengetahuan medis, dan sebagainya.

5. Syarat Administrasi
Syarat ini berkaitan dengan berkas-berkas atau documentasi apa saja yang dibutuhkan sebagai pelengkap. Beberapa lampiran yang harus disiapkan adalah:

Kartu Tanda Pengenal (KTP)
Ijazah dan transkrip nilai dari pendidikan terakhir yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Passport
Surat kemampuan berbahasa Jepang (jika ada dan dibutuhkan)
Surat keterangan sehat, serta
Surat pernyataan dengan materai Rp6.000 yang menyebutkan bahwa bersedia ditempatkan sebagai tenaga careworker (Kaigofukushishi) di Jepang

Seluruh persyaratan di atas sebaiknya disiapkan jauh sebelum pendaftaran lowongan ini dibuka, apalagi untuk persyaratan berkas. Sebab mempersiapkan lampiran adalah bagian yang cukup menyita waktu. Daripada waktu terbuang, maka pastikan semuanya siap saat periode pendaftaran dimulai.