Saminnet-Search Article Wiki Forum Piwigo SNS Cloud vtiger Sugar
saminnet info

Articles

Buat perahu di bajo

Setiap daerah pesisir memiliki ciri khas dan geliat tersendiri dibanding wilayah lain khususnya pada bidang bahari, terutama kemampuan membuat kapal kayu. Maman Lahi, merupakan salahsatu warga desa pesisir Desa Bajo Kecamatan Soromandi yang berkonsentrasi pada usaha tersebut. Seperti apa? Berikut catatanツFachrunnas.
ツDenting suara palu seperti bersahut-sahutan ketika melewati pinggir laut dusun Bajo Selatan Desa Bajo Kecamatan Soromandi. Beberapa pria tampak sibuk mengangkat kayu dan palu, berkonsentrasi kerja tanpa memedulikan kendaraan yang hilir mudik di sekitar lokasi tersebut. Salahsaatu diantara kumpulan pria itu memegang bor listrik, wajahnya tertekuk dengan arah pandangan yang tertuju pada kayu yang dibor.ツツDia adalah Maman Lahir, pria 57 tahun yang sudah puluhan tahun mengabadikan hidupnya sebaagai nelayan dan pembuat kapal di desa setempat.Dua bulan terakhir ini, kesibukan pria tersebut merupakan pemandangan yang bisa dilihat setiap hari terutama para pengendara yang melintasi dusun tersebut karena lokasi pembuatan kapal tak jauh dari jalan raya.
Maman memulai usaha jasa pembuatan kapal sejak Tahun 1980-an tanpa belajar atau kursus khusus dari orang tertentu. Saat itu, bakat membuat kapal hasil dari kemauan kerasツツmencoba, hingga akhirnya berhasil. Awalnya kapal yang dibuat rata-rata di bawah ukuran 30 gros tonase (GT) dan lebih difokuskan melayani pesanan beberapa keluarganya. Namun setelah bergulirnya waktu dan berkembangnya ekonomi masyarakat, Maman juga melayani permintaan pembuatan bagang atau kapal ukuran lebih dari 10 GT. Dari hasil tangan bapak empat anak inilah warga banyak yang separuhnya berkonsentrasi sebagai nelayan dan pemilik boat bisa mencari nafkah di laut. 窶廣lhamdulillah sudah banyakツboatyang saya bikin, dan dari awal alhadulillah semuanyaツツberhasil.ツツKalau awal-awalnya sayaツツpernah bikin lopi (perahu kecil), lopi soma (kapal sedang dilengkapi sayap), tapi sekarang lebih banyak bikin bagang sesuai permintaan,窶 katanya saat ditemuiツKampung Media Wadupa窶兮, Minggu kemarin.

Menurut suami Hamidah ini, untuk membuat kapal ukuran 10 GT ke atas dibutuhkan waktu 1-2 bulan, bergantung lancar tidaknya pasokan bahan. Meski demikian, waktu pembuatan juga disuaikan dengan permintaan pemesan. Bahkan dulu pernah mengebut membuat dua kapal dalam sebulan. Rata-rata kapal dan boat hasil tangan Maman mampu berumur 5-7 tahun. Sebelum ditarik laut, kapal-akap yang buat tidak pernah didahului ritual khusus, kecuali doa syukur bersama di atas dek kapal. 窶廳alau dulu untuk buat kapal cukup lama karena masih menggunakan bor manual, serutan manual, tapi sekarang sudah ada bor listrik dan banyak anak-anak yang membantu. Jadi, waktu pembuatan lebih cepat,窶 ungkapnya.
ツMaman saat melubangi kayu-kayu bahan kapal
Maman bersyukur dari hasil usaha pembuatan kapal dan melaut, kini mampu membangun rumah layak dan menyekolahkan dua anaknya hingga perguruan tinggi di Kota Bima. Kini, keahlian membuat kapal diturunkan kepada dua anaknya, Herman dan Yusuf.ツツTidak hanya di beli nelayan dan pengusaha boat di Bajo, hasil tangan pria yang sudah memiliki dua cucu ini dibeli warga dari luar desa setempat, diantaranya Kecamatan Langgudu dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 窶廝utuh kerja untuk meraih sesuatu, tidak bisa dengan tiba-tiba. Itu yang saya ajarkan kepada anak-anak saya, walaupun hidup pas-pasan tapi dari hasil keringat yang halal, bukan merampas hak orang bukan, bukan hasil menipu,窶 katanya.ツツツツツツツツツツツツツツ
Jika bisa berharap pada pemerintah, Maman mengingingkan bantuan usaha makro bagi pengusaha kecil dan bagi nelayan tepat sasaran, karena selama ini bantuan kerap dimainkan oknum-oknum yang mengaku sebagai penghubung pemerintah dengan rakyat. 窶彜aya sudah beberapakali bikin proposal, teman-teman yang lain juga, tapi yang dapat justru oknum-oknum yang bukan nelayan, tapi memanfaatkan nama nelayan. Rasanya sedih jadi orang susah kami yang susah tambah terbelakang dimainkan oleh mereka yang tak bertanggungjawab,窶 sesalnya.
Maman tidak tahu sampai kapan harus bergelut dengan kayu-kayu berat setiap hari atau mengarungi laut untuk mencari ikan. Hal terpenting yang dipikirkannya bagaimana membuat kapal dan menebar jaring sehingga dapur tetap mengepul.ツツMeski tak ada waktu untuk istrahat. Meski hari tua segera menyergap.ツ(*)

Comments   

 
0 #1 Guest 2020-01-09 23:05
My brother recommended I might like this
website. He was totally right. Thiss post actually made my day.

You cann't imagine just how much time I had spent for this info!
Thanks!

my site ... Pemasaran & Survey Bandung
Quote
 

TweetTweet Share on LinkedInShare on LinkedIn Share on Google+Google+ Submit to RedditReddit Publish on WordPress WordPress Send emailSend email